Terlantar dan Tak Sadar Selama Dua Pekan di Gubuk Kebun, Pria Asal Kampar Ditemukan Sakit Parah di Labuhan Batu Selatan

PERISTIWA172 Dilihat

Terlantar dan Tak Sadar Selama Dua Pekan di Gubuk Kebun, Pria Asal Kampar Ditemukan Sakit Parah di Labuhan Batu Selatan

Labuhan Batu Selatan, Sumatera Utara — Seorang pria asal Kabupaten Kampar, Riau, ditemukan dalam kondisi memprihatinkan setelah lebih dari dua minggu tak sadarkan diri di sebuah gubuk kebun di wilayah Dusun Batang-Batang Gogar, Desa Tapian Nadenggan, Kecamatan Sungai Kanan, Kabupaten Labuhan Batu Selatan, Sumatera Utara.

Korban diketahui bernama Muliadi alias Ceper bin Waridi (49), warga Dusun Koto Air Manis, RT 010 RW 006, Desa Ganting, Kecamatan Salo, Kabupaten Kampar, Riau. Ia ditemukan oleh warga setempat dalam keadaan sakit parah, tak bisa bergerak, dan tanpa perawatan medis.

“Sudah lebih dua minggu dia tidak sadar. Tidak ada yang mengurus, padahal keadaannya sangat lemah. Kami warga sini kasihan, tapi kami juga punya keterbatasan,” ujar Muda Siregar, warga yang pertama kali menemukan Muliadi di gubuk tersebut.

Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa Muliadi bekerja sebagai buruh di kebun milik seorang pengusaha asal Bagan Batu, bernama H. Jailani Sianturi. Namun, ketika kondisi kesehatannya menurun drastis, ia diduga tidak mendapatkan bantuan atau penanganan medis dari pihak majikan maupun rekan kerja.

Hingga ditemukan warga, Muliadi dibiarkan sendiri di gubuk kebun, dalam kondisi lemah dan tidak berdaya. Tidak ada pihak yang membawanya ke fasilitas kesehatan atau melaporkan ke aparat setempat.

Baru Bebas dari Lapas Awal Tahun Ini

Catatan menunjukkan bahwa Muliadi sebelumnya pernah menjalani masa tahanan di Lapas Kelas II Pasir Pangaraian, Riau. Ia dibebaskan pada 21 Januari 2025, dan kemudian memilih bekerja sebagai buruh di kebun tempatnya ditemukan.

Belum diketahui secara pasti penyebab penyakit yang diderita Muliadi, namun kondisinya yang terus melemah selama dua minggu tanpa perawatan memicu kekhawatiran dari masyarakat setempat.

Warga Minta Pemerintah Segera Bertindak

Warga Dusun Batang-Batang Gogar kini berharap adanya perhatian serius dari pemerintah daerah, dinas sosial, dan pihak kepolisian untuk segera menyelamatkan Muliadi. Mereka juga mendesak agar dugaan penelantaran oleh pihak pemberi kerja diselidiki.

“Kami minta pemerintah cepat tanggap. Kasus ini jangan dibiarkan. Kalau tidak dibantu, nyawa bisa melayang,” tegas seorang tokoh masyarakat setempat.

Harapan untuk Keluarga di Kampar

Hingga berita ini diturunkan, pihak keluarga di Kabupaten Kampar, Riau, belum mengetahui kondisi tragis Muliadi. Masyarakat dan pihak yang peduli diimbau untuk menyebarkan informasi ini agar dapat menjangkau keluarga korban, sehingga mereka bisa segera menjemput dan membawa Muliadi ke tempat yang layak untuk mendapatkan pengobatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *