Silang Monas Bergejolak! 100 Kades Riau Tuntut Dana Desa Tahap II Dicairkan

BERITA UTAMA448 Dilihat

Silang Monas Bergejolak! 100 Kades Riau Tuntut Dana Desa Tahap II Dicairkan

JAKARTA – Kawasan Silang Monas, Jakarta, berubah menjadi lautan aspirasi desa. Sebanyak 100 kepala desa se-Provinsi Riau, dipimpin langsung oleh Ketua DPD APDESI Provinsi Riau, Zulfahrianto, SE, bersama Ketua DPC APDESI Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), menggelar aksi terbuka menolak Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 81 Tahun 2025 dan mendesak Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, agar segera mencairkan Dana Desa (DD) Tahap II Tahun 2025.

Aksi yang berlangsung tepat di jantung ibu kota negara itu menjadi simbol perlawanan terbuka desa terhadap kebijakan yang dinilai mencekik pembangunan di akar rumput.

> “Kami berdiri di sini, di Silang Monas, membawa suara rakyat desa. Kami memohon sekaligus menuntut kepada Presiden Prabowo Subianto agar Dana Desa Tahap II segera dicairkan. Desa tidak boleh dikorbankan oleh aturan yang membelenggu,” tegas Zulfahrianto di hadapan ratusan massa aksi.

Zulfahrianto menegaskan, PMK 81 Tahun 2025 telah menciptakan ketidakpastian anggaran, membuat ribuan desa di Riau terancam gagal menuntaskan:  pembangunan infrastruktur, program ketahanan pangan,pemberdayaan  UMKM desa,pembayaran honor perangkat desa,hingga layanan sosial dasar masyarakat.

Sementara itu, Ketua DPC APDESI Rohul menyatakan bahwa kondisi di lapangan kini sudah berada di titik mengkhawatirkan.

> “Desa bukan mesin yang bisa dipaksa tetap hidup tanpa anggaran. Jika Dana Desa Tahap II tidak dicairkan, maka pembangunan berhenti, kepercayaan rakyat runtuh,” ujarnya lantang.

–Dalam aksi tersebut, para kepala desa membawa spanduk dan poster tuntutan yang berisi:

–Penolakan total terhadap PMK 81 Tahun 2025

–Pencairan segera Dana Desa Tahap II Tahun 2025

Perintah langsung Presiden kepada Kementerian Keuangan untuk membuka kran anggaran desa

Para peserta aksi juga menegaskan bahwa langkah ini ditempuh sebagai jalan terakhir setelah aspirasi berulang kali tidak direspons secara maksimal di daerah.

> “Kami masih percaya Presiden Prabowo berpihak pada desa. Karena itu kami datang langsung ke ibu kota, agar jeritan desa tidak hanya berhenti di daerah,” tutup Zulfahrianto disambut sorak dukungan 100 kepala desa yang hadir.

*(R2/Rambe)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *