Antrean Panjang BBM Subsidi di Rohul, Aktivis: Ini Perampokan Hak Rakyat Kecil*

BERITA UTAMA352 Dilihat

Antrean Panjang BBM Subsidi di Rohul, Aktivis: Ini Perampokan Hak Rakyat Kecil*

Rokan Hulu – Situasi distribusi BBM subsidi kembali menjadi sorotan di Kabupaten Rokan Hulu, Riau. Sebuah SPBU dengan nomor Pertamina 14.285.142 di KM 4 Jalan Lingkar Pasir Pengaraian, dekat Kantor Polres Rokan Hulu, diduga masih melayani praktik pelangsiran dan penimbunan BBM subsidi. Akibatnya, antrean kendaraan masyarakat mengular panjang setiap hari.

Pantauan di lapangan menunjukkan deretan kendaraan roda dua dan roda empat harus menunggu berjam-jam untuk mendapatkan BBM subsidi. Ironisnya, kondisi ini terjadi di tengah terpasangnya spanduk peringatan dari aparat kepolisian yang melarang keras praktik penimbunan dan pelangsiran BBM bersubsidi.

Aktivis komunitas Peduli Rokan menyebut praktik tersebut sebagai bentuk “perampokan hak rakyat kecil”. Mereka menilai BBM subsidi yang seharusnya untuk masyarakat kurang mampu justru disalahgunakan oknum tidak bertanggung jawab.

“Ini bukan sekadar pelanggaran biasa. Ini menyangkut hak masyarakat miskin. Jangan sampai kebutuhan mereka dirampas oleh mafia BBM,” tegas salah satu aktivis.

Aktivis mendesak PT Pertamina (Persero) segera turun tangan. Teguran keras hingga sanksi tegas diminta, termasuk pencabutan izin operasional SPBU jika terbukti melanggar berulang.

Nama Ramlan Lubis juga muncul dalam sorotan. Ia meminta aparat penegak hukum tidak tinggal diam dan segera menindak.

“Kalau dibiarkan, ini bisa jadi preseden buruk. Seolah-olah hukum tidak berlaku bagi pelaku pelangsiran BBM subsidi,” ujarnya.

Masyarakat berharap Polri, khususnya Polres Rokan Hulu, menindaklanjuti dugaan praktik ilegal tersebut. Penegakan hukum tegas dinilai kunci memutus mata rantai mafia BBM subsidi yang merugikan negara dan rakyat kecil.

Hingga berita ini diturunkan, pihak SPBU 14.285.142 belum memberikan klarifikasi resmi terkait tudingan tersebut. Sementara antrean panjang masih terus terjadi, menjadi potret carut-marut distribusi energi subsidi di daerah.
(DR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *