Antrean Panjang & Harga Melonjak, Aktivis Rohul Minta Aparat Usut Distribusi BBM*

BERITA UTAMA367 Dilihat

Antrean Panjang & Harga Melonjak, Aktivis Rohul Minta Aparat Usut Distribusi BBM*

*PASIR PENGARAIAN, ROKAN HULU, 2 Juni 2026* – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) subsidi maupun non-subsidi beberapa waktu terakhir di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Riau, memicu keresahan masyarakat. Antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU jadi pemandangan harian, sementara harga BBM eceran dilaporkan melambung di atas harga resmi.

Kondisi ini disorot aktivis Peduli Rokan Hulu Ramlan Lubis, mendesak Polres Rokan Hulu dan Pemerintah Daerah Kabupaten Rokan Hulu untuk mengambil langkah tegas terhadap dugaan praktik penimbunan dan pelangsiran BBM yang disebut-sebut jadi salah satu penyebab kelangkaan.

“Kami minta Polres Rohul dan Bupati Rokan Hulu tidak tinggal diam. Kelangkaan BBM sudah sangat meresahkan masyarakat. Jika ada dugaan penimbunan dan pelangsiran, harus ditindak tegas sesuai hukum berlaku,” tegas Ramlan Lubis kepada wartawan.

Menurut Ramlan, masyarakat sulit mendapat BBM subsidi maupun non-subsidi. Akibat kelangkaan, harga BBM eceran melonjak signifikan. Pertalite yang seharusnya dijual sesuai harga pemerintah dilaporkan mencapai Rp15.000 hingga Rp20.000 per liter di eceran. BBM non-subsidi disebut dijual hingga Rp30.000 per liter.

Ironisnya, kata Ramlan, dugaan aktivitas pelangsiran BBM masih terjadi terang-terangan. Bahkan menurut warga, kendaraan yang diduga melakukan pengisian berulang kali masih kerap keluar-masuk SPBU.

“Ini bukan sekadar antrean panjang. Ini soal kebutuhan masyarakat, ekonomi rakyat kecil, petani, nelayan, pelaku UMKM, dan seluruh aktivitas warga. Jangan sampai hukum terlihat tumpul ketika masyarakat menunggu keadilan,” ujarnya.

Ramlan meminta aparat penegak hukum melakukan investigasi menyeluruh terhadap distribusi BBM di Pasir Pengaraian dan sekitarnya. Jika benar ada penyimpangan distribusi BBM, harus dibongkar hingga ke akar-akarnya.

Masyarakat berharap pemerintah daerah, kepolisian, dan pihak terkait segera ambil langkah konkret agar pasokan BBM normal. Kelangkaan berkepanjangan dikhawatirkan membebani warga dan mengganggu roda perekonomian daerah.

*Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari Polres Rokan Hulu, Pemkab Rohul, Pertamina, maupun pengelola SPBU terkait penyebab pasti kelangkaan dan dugaan penimbunan/pelangsiran yang disampaikan warga dan aktivis.*

*Redaksi membuka ruang hak jawab dan klarifikasi seluas-luasnya kepada Polres Rokan Hulu, Pemkab Rohul, Pertamina, serta pihak SPBU sesuai Kode Etik Jurnalistik dan UU Pers Nomor 40 Tahun 1999.*

(DR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *