Aksi Nyata PUPR Rokan Hulu: Drainase Dibersihkan, Banjir Diminimalisir”
Rokan Hulu — Saat hujan turun, genangan air kerap menjadi “tamu tak diundang” di sepanjang Jalan Jendral Sudirman, Kecamatan Ujung Batu. Namun kali ini, permasalahan tersebut mulai dilawan secara serius.
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Rokan Hulu bergerak cepat. Bukan sekadar bersih-bersih, ini adalah operasi teknis memburu sumber banjir dari hulunya.
Di bawah komando Bidang Pengairan Dinas PUPR Kabupaten Rokan Hulu, tim Operasi dan Pemeliharaan Drainase turun langsung ke saluran drainase. Lumpur diangkat, sampah disingkirkan, aliran air yang tersendat dipaksa kembali hidup.
Suasana di lapangan tampak intens—alat kerja beradu dengan endapan yang selama ini menjadi penyebab utama genangan.
Langkah ini bukan tanpa alasan. Drainase yang tersumbat telah lama menjadi salah satu biang kerok rusaknya badan jalan dan terganggunya aktivitas warga. Ketika hujan deras mengguyur, air tak lagi punya jalur keluar—dan akhirnya meluap ke permukaan.Sesuai dengan arahan
Plt Kepala Dinas PUPR Kabupaten Rokan Hulu, H. Zulfikri, S.T., kegiatan ini menjadi bukti bahwa persoalan klasik tidak boleh dibiarkan menjadi budaya. Sementara itu, peran teknis di lapangan juga melibatkan Kepala Bidang Pengairan, Wasino, S.T., M.M., yang memastikan pekerjaan berjalan sesuai standar.
“Ini bukan hanya soal kebersihan, tapi soal keselamatan dan kenyamanan masyarakat,” ungkap salah satu petugas di lokasi dengan nada tegas.
Respons warga pun mulai terasa. Mereka menyambut baik aksi nyata tersebut, setelah sekian lama harus berhadapan dengan genangan yang tak kunjung tuntas. Jalan Jendral Sudirman, yang merupakan urat nadi aktivitas ekonomi di Ujung Batu, kini perlahan dipulihkan fungsinya.
Namun pesan penting juga disampaikan: pekerjaan pemerintah tidak akan cukup tanpa kesadaran masyarakat. Sampah yang dibuang sembarangan ke drainase adalah ancaman nyata yang bisa mengulang masalah yang sama.
Gerakan ini menjadi lebih dari sekadar pembersihan. Ini adalah peringatan bahwa banjir bukan takdir—ia bisa dicegah, jika ada kemauan, tindakan dan kepedulian bersama.
Kini, harapan mulai mengalir seiring lancarnya aliran air pada drainase. Pertanyaannya tinggal satu: akankah upaya ini dijaga bersama, atau kembali tersumbat oleh kelalaian?
(DR)












